SUMIRAT

Judul Buku SUMIRAT
Nama pengarang Herwan FR
Editor Ade Anggraini Kartika Devi dan Yecti Jayanti
Perancang sampul Nana Maulana, S.T.
Penerbit CV. Inspro Pustaka
Kategori Buku NOVEL
Genre Keluarga & Petualangan
Nomor ISBN -
Ukuran Kertas B5 (25 x 17.6 cm)
Jumlah Halaman 875 hal
Harga Rp. 135.000,00
Sinopsis/ Blurb

Dari keluarga sederhana Sumirat dibesarkan menjadi perempuan yang harus berhadapan dengan sederet petsoalan hidup dirinya dan kenyataan Yang menggambarkan bahwa keberadaan etnis Tionghoa di tanah air telah menciptakan konflik-konflik persaingan dalam dunia perdagangan. Hal ini digambarkan dengan munculnya persaingan di dunia pengobatan tradisional yang dikembangkan Sumirat sebagai warisan orang tuanya. Kenyataan juga membuktikan bahwa keberadaan etnis Tionghoa telah banyak mempengaruhi posisi perekonomian di Jakarta. Gambaran mengenai perdagangan di dunia tanah dan perumahan telah menggiring Sumirat masuk dan melihat lebih dekat dunia bisnis tingkat dewa dalam kalangan para pengusaha Cina bidang properti di Jakarta.

Novel ini juga memberikan gambaran bahwa bukan hanya dunia properti yang banyak dikuasai oleh etnis Cina. Namun dalam dunia kesehatan pun sama halnya. Akan tetapi, novel ini memberikan argumen bahwa tidak setiap etnis Tionghoa yang memiliki karakter untuk mendominasi berbagai sisi kehidupan itu. Persaingan dunia internasional dalam bidang usaha di Indonesia nyatanya juga digambarkan dalam novel ini tidak melulu dikuasai oleh etnis Tionghoa. Namun kehadiran pengusaha dari Brunei Darussalam dengan menghadirkan tokoh Oasis, telah memberi warna keberagaman bahwa Indonesia, menjadi tempat istimewa bagi para pengusaha dunia untuk masuk ke dalamnya.

Novel ini memberikan gambaran kehidupan seorang Sumirat, gadis desa yang sederhana, yang pada akhirnya mampu menciptakan terobosan di bidang kesehatan dengan mendirikan rumah sakit tradisional bernama rumah sakit tradisional Sumirat yang mengembangkan pengobatan herbal pertama di Indonesia secara besar. Dengan dibantu oleh Oasis, seorang pengusaha baik hati dari negara Brunei, akhirnya Rumah Sakit Sumirat berdiri menjadi sebuah rumah sakit pertama di Indonesia.

Namun cerita ini menghadirkan kembali sebuah konflik yang tajam ketika tokoh Mei Siang yang sudah lama tidak menginginkan kehadiran Sumirat menjadi perempuan desa sekampungnya untuk maju menyaingi dirinya turut ikut campur memberikan konflik besar dalam Rumah Sakit pengobatan tradisional Sumirat tersebut. Dengan menghadirkan seorang sinse Cina ahli pengobatan herbal juga, Mei Siang menyuruhnya menciptakan ramuan racun yang sangat lembut di luar perkiraan para ahli pengobatan herbal. Terjadilah huru-hara dan fitnah dalam rumah sakit Sumirat ketika banyak pasien yang keracunan.

Bagaimana Sumirat mampu mengatasi semua masalah dalam hidupnya?